PT Malindo Feedmill Tbk menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., bersama Bupati Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.E., M.Si., ke Farm Layer Serang dalam rangka memastikan kesiapan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung operasional farm serta membahas pengembangan produk telur omega dan telur fresh sebagai sumber pangan bergizi yang higienis, sehat, dan berkelanjutan untuk mendukung program MBG.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa keberadaan PT Malindo Feedmill Tbk memberikan dampak positif bagi masyarakat desa sekitar, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
“Pertama kami ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan ini memberikan efek positif terhadap desa sekitar. Tadi dilaporkan oleh Pak Sugeng selaku Kepala Desa Sangiang dan disampaikan pihak manajemen bahwa hampir seluruh tenaga kerja berasal dari desa sekitar. Artinya, keberadaan industri ini memberikan dampak yang sangat baik,” ujar Yandri.
Selain itu, Yandri juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dan kualitas produksi PT Malindo Feedmill Tbk serta mendorong perluasan kolaborasi dengan desa-desa di Kabupaten Serang.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Malindo yang mampu memproduksi produk peternakan, baik ayam petelur maupun pedaging, yang sangat bagus, sehat, dan higienis. Oleh karena itu, kami mendorong agar keberhasilan manajemen PT Malindo yang luar biasa ini dapat dipadupadankan dan dikolaborasikan dengan desa-desa yang ada di Kabupaten Serang,” ucapnya.
Bulan: Februari 2026
Peningkatan Kesiapsiagaan K3 melalui Kegiatan Pelatihan Penggunaan APAR di Head Office PT. Malindo Feedmill, Tbk
PT. Malindo Feedmill, Tbk melaksanakan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang bertempat di Head Office PT. Malindo Feedmill, Tbk. Pelatihan ini diselenggarakan selama dua hari, pada 14 – 15 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan dalam melakukan penanganan awal terhadap potensi kebakaran, khususnya melalui penggunaan APAR secara tepat, efektif, dan sesuai dengan standar keselamatan. Dengan pemahaman yang baik, karyawan diharapkan mampu bertindak cepat dan benar dalam kondisi darurat kebakaran.
Materi pelatihan mencakup penjelasan teori mengenai klasifikasi kebakaran, jenis-jenis APAR, serta prosedur keselamatan kerja. Selain itu, peserta juga mengikuti simulasi dan praktik langsung penggunaan APAR, sehingga dapat memahami teknik pemadaman api yang benar sesuai dengan jenis kebakaran yang dihadapi.
Teguh Gunawan Prasetya dari Departemen HSE menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan bagian dari program berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya kerja yang aman serta tanggap terhadap kondisi darurat. Melalui pelatihan ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh karyawan dapat meningkat sehingga risiko kecelakaan kerja akibat kebakaran dapat diminimalkan
